Selasa, 11 November 2008

KEUTAMAAN MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH DENGAN BERQURBAN

Tidak ada hadist tsabit yang meriwayatkan tentang keutamaan berqurban, akan tetapi Allah memerintahkan Nabi-Nya dan setiap muslim untuk melaksanakan shalat dan berqurban hanya untuk Allah. Allah telah berfirman: “Maka shalatlah untuk Rabbmu dan berqurbanlah” (QS. Al-Kautsar: 2).

Dan ibadah dengan harta yang paling utama adalah berqurban. Syaikhul islam ibnu Taimiyah berkata: “ibadah badaniyah (dengan anggota badan) yang paling utama adalah shalat, sedangkan ibadah dengan harta yang paling utama adalah berqurban. Perkara yang terkumpul pada seseorang hamba dalam shalat tidaklah terkumpul pada ibadah selainnya sebagaimana diketahui oleh pemilik hati yang hidup. Dan perkara ang terkumpul baginya dalam ibadah qurban apabila dia mengabulkan antara iman dan keikhlasan dari kekuatan keyakinan dan baik sangkan akan menghasilkan perkara yang mengagumkan, Nabi banyak melakukan shalat dan berqurban.”

Maka apabila berqurban adalah ibadah dengan harta yang paling utama di setiap waktu, lalu bagaimana berqurban di Hari Raya Qurban yang merupakan hari yang paling agung di sisi Allah? Tidak diragukan lagi padanya terdapat pahala yang besar Insya Allah.

Dari Abu Bakar Ash Shidiq, bahwasannya Nabi ditanya : “ibadah haji apa yang paling utama?” Beliau menjawab: “al Hajju dan Ats Tsajju”. Makna Al-‘Ajju adalah meninggikan suara talbiyah dan makna Ats-Tsajju adalah berqurban.

Dari buku ya Allah terimalah Qurbanku 22-24.

Tidak ada komentar: