Senin, 05 Januari 2009

Cara Bersihkan Usus Besar

USUS besar adalah bagian dari sistem pencernaan yang sering menjadi sumber masalah. Usus besar layaknya tong sampah yang menampung sisa-sisa makanan untuk dihancurkan.

Caranya, dengan proses pembusukan, kemudian dipadatkan untuk selanjutnya dibuang keluar berupa kotoran. Menurut ahli colon cleansing, dr Sukarliono, saat ini pola makan keluarga Indonesia cenderung kurang baik.

Alhasil, ini menimbulkan gangguan keseimbangan flora di dalam usus yang akhirnya melemahkan sistem kekebalan tubuh. Pada usus terdapat bakteri jahat (patogen) dan bakteri baik.

Contoh bakteri jahat misalnya, clostridium botulinumdan ecoli, sedangkan contoh bakteri baik, yaitu lactobacillus acidophilus dan lactobacillus casei yang melindungi usus halus dari serangan bakteri jahat, serta bifidobacterium yang melindungi usus besar dari serangan bakteri jahat dan berfungsi membantu gerak peritalik usus yang mengatur frekuensi buang air besar (BAB) secara teratur.

"Jika bakteri jahat jumlahnya jauh lebih tinggi dibandingkan bakteri baik, maka bisa timbul berbagai gangguan mulai yang ringan sampai gejala infeksi yang berat," sebut Arli sapaan akrab dr Sukarlino.

Lebih lanjut dijelaskan dia saat acara Fun Walk For Children yang diadakan salah satu produsen minuman multi-probiotik ABC, Vitacharm beberapa waktu lalu, gangguan bisa terjadi apabila jumlah bakteri jahat lebih banyak daripada bakteri baik. Antara lain, perut kembung, seriawan, sembelit, diare, sakit di ulu hati, hingga infeksi jamur candida, yang lama- kelamaan bisa terjadi radang usus kronik.

Karena itu, untuk memeroleh pertahanan lengkap untuk usus besar, kita perlu mengonsumsi minuman multiprobiotik dengan kandungan bifido defensia yang memang berperan di usus besar.

Dokter yang praktik di Kelapa Gading Permai Jakarta ini mengatakan, selain itu terdapat upaya pembersihan toksin dalam pembuluh darah bisa dilakukan dengan melakukan terapi cuci usus (colon therapy).

"Colon cleansing bisa digunakan untuk menyembuhkan penderita yang mengalami gangguan pencernaan dan mereka yang ingin langsing," papar dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga angkatan 1987 ini.

Menurut dia, kesehatan tubuh berawal dari usus besar (colon) yang sehat. Pola makan dan pola hidup yang tidak sehat akan menyisakan kerak yang menempel di dinding usus besar. Jika kerak dalam usus tidak dibersihkan, maka akan terjadi pembusukan.

"Rahasia sehat itu berawal dari pencernaan. Pembusukan akibat makanan dalam tubuh membuat bakteri yang jahat berkembang," ujarnya.

Dampak dari pembusukan itu bukan hanya menimbulkan infeksi seperti diare, juga bisa menimbulkan silent toxin (racun/toksin yang tersembunyi atau tidak nampak) yang diproduksi oleh bakteri jahat.

"Terjadi banyak keluhan bila seseorang mengalami silent toxin, misalnya saja mudah lelah, masuk angin. Dan itu bisa juga disebabkan karena fungsi livernya terganggu," ujar dokter yang mengikuti kursus colon cleansing di Malaysia ini.

Arli menuturkan, kerak yang menempel di usus besar tidak bisa hilang hanya dengan minum obat pencahar atau pembersihan melalui oral. Dengan demikian, penggunaan terapi cuci usus bisa digunakan untuk membersihkan kerak di dalam usus besar.

"Terapi ini menggunakan media air dan selang kecil yang dimasukkan ke dalam lubang dubur pasien. Air tersebut akan membasahi berulang-ulang sehingga kerak yang menempel akan rontok," tuturnya.

Terapi ini membutuhkan waktu untuk sekali terapi antara 20?30 menit dan dilakukan selama 7 hari berturut-turut. Dengan frekuensi, sehari dua kali terapi berjeda waktu minimal enam jam.

"Pola hidup sehat juga sangatlah penting. Karena itu sangatlah disarankan untuk selalu mengonsumsi sayur-mayur dan buah-buahan minimal 500 gr (0,5 kg) per hari, mengurangi konsumsi daging, dan karbohidrat (nasi putih) ,berolahraga setiap hari, dan rutin mengonsumsi multiprobiotik setiap hari," papar Sukarliono yang juga menggunakan multiprobiotik dalam terapi colon cleansing terhadap pasiennya.

Hal senada disampaikan Guru Besar Ilmu Pangan dan Gizi Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof dr Ali Khomsan Ms, bahwa sebanyak apa pun makanan yang diserap oleh tubuh kita yang kemudian akan dicerna harus diperhatikan kandungan gizinya

sindo

Khasiat Makan pagi Alias Sarapan

AGAK sulit dipercaya, manfaat sarapan ternyata memang nyata. Di samping membantu Anda makan lebih sedikit pada jadwal makan berikutnya, sarapan yang banyak juga membantu menurunkan berat badan, asalkan Anda cerdas mengelolanya.

Umpamakan saja orang obesitas yang berdiet dengan menyantap sarapan 600 kalori kaya protein dan karbohidrat (misalnya telur dadar, irisan daging kalkun, roti gandum dan pisang), potensi penurunan berat badan lebih besar ketimbang rekannya yang hanya menyantap setengah porsi tersebut.

Mengapa demikian? Para ahli berspekulasi bahwa mengonsumsi menu seimbang dalam jumlah banyak di pagi hari membantu mengurangi keinginan menyantap karbohidrat pada jadwal makan berikutnya. Terlebih jika yang bersangkutan memang tengah menjalankan program pengurangan konsumsi karbohidrat dan kalori dengan tujuan menurunkan berat badan.

"Kalau tidak dibiasakan sarapan, jumlah asupan kalori dalam sehari cenderung dipadatkan sekaligus saat makan siang dan malam. Akibatnya, porsi makan menjadi besar," ujar ahli gizi dan kuliner, Tuti Soenardi.

Sementara itu, ahli epidemiologi dari Universitas Minnesota, Amerika Serikat, Mark A Pereira mengungkapkan, sarapan sehat adalah fondasi awal yang baik bagi jadwal makan berikutnya. Artinya, orang yang mengonsumsi menu sarapan sehat cenderung memilih menu sehat juga saat makan siang dan malam. "Hal ini pula yang mungkin membuat orang tersebut tidak tergoda makan makanan cepat saji atau jajan di penjaja makanan keliling," jelasnya.

Untuk membentuk pola dan jenis sarapan yang baik, perlu dibiasakan sejak kecil. Untuk itu, Pareira menyarankan agar para orangtua yang memiliki anak kecil agar membiasakan anaknya yang masih bayi sekalipun supaya ikut duduk bersama mengelilingi meja makan saat waktu sarapan tiba. Dengan demikian, anak pun mampu berdisiplin dengan jadwal makan. "Dukungan seluruh anggota keluarga diperlukan untuk membentuk kebiasaan sarapan yang baik," tandasnya.

Manakala penelitian tentang manfaat sarapan bagi kesehatan fisik (tubuh), sebuah penelitian terbaru di Jepang berupaya mengaitkannya dengan aspek psikologis, yakni kecenderungan seks pada remaja. Terdapat beberapa teori yang mengaitkan makanan dan seks, tapi penelitian ini melaporkan temuan unik. Yaitu, remaja yang kerap mengabaikan sarapan cenderung berhubungan seks pada usia lebih dini.

Berdasarkan studi yang melibatkan 3.000 partisipan pria dan wanita usia 16-49 tahun, diketahui bahwa mereka yang tidak rutin sarapan saat usia belasan mengaku telah berhubungan seks pada usia rata-rata 17,5 tahun, dibanding rata-rata usia umum 19 tahun. Adapun partisipan yang rutin sarapan, rata-rata melakukan hubungan seksual pertama kali pada usia 19,4 tahun.

Studi tersebut bertujuan mencari jalan paling tepat mencegah kehamilan tidak diinginkan. Kesimpulannya, kehidupan rumah yang stabil mengurangi risiko seks dini. Kepala asosiasi KB Jepang, Kunio Kitamura mengungkapkan, jika anak-anak merasa tidak nyaman dengan lingkungan keluarganya, mereka akan cenderung bergaul di luar.

"Orang yang tidak bahagia dengan orangtuanya (misalnya yang tidak menyediakan sarapan) mungkin cenderung mencari pelampiasan rasa frustrasinya dengan cara ?jajan' di luar," ungkap pria yang mengepalai studi tersebut. Sebagai tambahan, ujar dia, remaja yang memulai hubungan seks lebih awal cenderung terlewatkan sarapan karena mereka telat pulang ke rumah.

Lebih lanjut Kitamura mengingatkan, fakta bahwa seseorang tidak dapat menyantap sarapannya mungkin menunjukkan ada sesuatu yang tidak beres dalam lingkungan keluarganya. "Jadi, sebelum menyalahkan perilaku individu yang melakukan seks usia dini, ada baiknya melihat dulu kondisi dan latar belakang keluarganya," pungkasnya.

Jepang merupakan salah satu negara dengan angka kelahiran terendah. Kaum mudanya banyak yang menunda untuk berkeluarga dan memilih mengembangkan karier dan gaya hidup. Survei tersebut juga mendapati hampir 40 persen pasangan menikah tidak berhubungan seks lebih dari sebulan. Alasannya, mereka terlalu sibuk bekerja dan bahwa seks itu menyakitkan

sindo

Khasiat Bercinta Bagi Wanita

Anda wanita yang bermasalah dengan siklus menstruasi yang kacau balau? Banyak hal yang bisa memicu terjadinya hal itu, salah satunya adalah stres. Untuk mengatasinya tak perlu bersusah payah, bercintalah dengan pasangan Anda. Loh kok malah bercinta?

Ternyata, bagi perempuan yang rutin bercinta minimal seminggu sekali, ditemukan bahwa pola haidnya bisa menjadi lebih teratur.

Saat Anda mencapai orgasme, darah akan memenuhi pembuluh darah di wilayah reproduksi. Rahim, indung telur, mulut, dan organ-organ kewanitaan lainnya secara tiba-tiba mendapat suplai oksigen. Jadi secara teratur mendapat asupan oksigen berkecukupan, maka aliran darah haid pun akan lancar. Anda pun akan terbebas dari derita haid setiap bulan.

Tak hanya itu, bercinta juga terbukti ajang pelepas stres yang manjur! Pasalnya, saat bercinta tubuh mengeluarkan endorphin ke dalam darah yang menimbulkan rasa gembira.


hahaha...ambil hal yang positif. yang belum waktunya dilarang bercinta terus2an..alias harus punya SIM (Surat Ijin Menikah, der) baru bisa mengaplikasinya.wedew..

Khasiat Madu

TAK ada ibu yang ingin anaknya terluka. Tapi, kita tak tahu kapan musibah itu menyerang. Pernahkah Moms panik kala melihat si kecil mengerang kesakitan? Rupanya ia terkena tumpahan air panas, tersundut rokok atau menyenggol knalpot kendaraan bermotor.

Wah, luka bakar seperti itu harus segera diobati. Belum lagi "jejak" luka bakar yang tertinggal, biasanya sulit hilang.

Nah, kalau dulu Moms siap sedia dengan mengoleskan pasta gigi, ada cara lain yang lebih ampuh. Oleskan segera madu pada bagian yang terluka.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr Andrew Jull dari Klinik Universitas Auckland, Selandia Baru menyatakan bahwa madu bisa menjadi obat tradisional yang baik untuk mengatasi luka bakar.

Riset yang dilakukan terhadap 2.554 pasien dengan derita luka bakar yang berbeda-beda itu mencatat bahwa tingkat kesembuhan yang paling cepat terjadi pada pasien yang mengoleskan madu pada lukanya.

Ya, madu memiliki kemampuan untuk memperbaharui sel-sel yang rusak atau mati pada kulit, sekaligus merangsang tumbuhnya sel-sel baru. Tak hanya itu, madu juga berfungsi sebagai obat antibakteri.

Mengingat segudang manfaatnya bagi kesehatan, tak ada salahnya selalu menyediakan madu di rumah, bukan?

nich ada lagi cara yang alami menghilangkan jejak luka..ternyata walau jaman sudah modern banyak juga yang kita dapat dari cara yang alami...

Moms & kiddy